Membelah kabut menembus pagi
Mencuri hari sebelum datangnya mentari
Udara yang menusuk sumsum terasa sampai ke hati
Seolah ingin meredakan gejolak yang ada di hati
Udara masih bersetubuh dengan embun pagi
Dan angin pun tak terlihat karna masih di buai mimpi
Tapi langkah kakiku tak mau peduli
Terus melangkah.... dan melangkah
Sesekali kusapu embun yang membasahi wajahku
Matahari pun mulai menampakan diri
Menyambut pagi dengan senyum hangatnya
Terlihat embun mulai menetes dari ujung dedaunan
Sebelum akhirnya jatuh kebumi
Merajut asa, menggapai mimpi
Bangkit dari ketidak beradaan duniawi
Melawan lelah yang selalu singgah
Abaikan penat atau asa semakin pekat
Tak terasa sang surya sudah diatas kepala
Dengan gagahnya dia menatap semesta
Sejenak kusandarkan ragaku dan bersujud pada sang Esa
Mengharap petunjuk dan kemudahan dari Nya
Mengejar mimpi sebelum senja datang
Sebelum malam menjelang
Sebelum waktunya pulang
Sebelum kembali padanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar